×

Olahraga Bagi Penderita Obesitas

Olahraga Bagi Penderita Obesitas

Olahraga Bagi Penderita Obesitas

Obesitas bukan sekadar masalah penampilan, melainkan kondisi medis kompleks yang meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung. Salah satu pilar utama dalam mengatasi obesitas adalah aktivitas fisik. Namun, bagi penderita obesitas, memulai olahraga tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Diperlukan pola olahraga bagi penderita obesitas yang diukur agar tidak menimbulkan cedera pada sendi maupun gangguan kardiovaskular.

Olahraga bagi penderita obesitas harus sangat memperhatikan beban yang di tanggung pada sendi (terutama lutut dan pergelangan kaki) jauh lebih besar dibandingkan individu dengan berat badan ideal. Jika langsung melakukan olahraga intensitas tinggi seperti lari maraton, risiko cedera ligamen atau peradangan sendi sangat tinggi. Oleh karena itu, konsistensi dan adaptasi bertahap adalah kunci utama.

Tahapan Pola Olahraga bagi Penderita Obesitas

Untuk mencapai hasil maksimal tanpa mengorbankan keselamatan, berikut adalah pembagian pola olahraga yang disarankan:

Fase Adaptasi (Minggu 1-4)

Fokus utama pada fase ini adalah membangun kebiasaan dan mobilitas tubuh. Jangan terburu-buru mengejar pembakaran kalori yang masif.

Jenis Olahraga: Jalan santai, berenang, atau bersepeda statistik.

Durasi: 15–20 menit per sesi.

Frekuensi: 3 kali seminggu.

Tujuan: Membiasakan jantung dan otot untuk bergerak secara rutin.

Fase Peningkatan Durasi (Minggu 5-12)

Setelah tubuh mulai terbiasa, durasi olahraga perlu ditambah untuk meningkatkan defisit kalori.

Jenis Olahraga: Jalan cepat (jalan cepat) atau senam aerobik intensitas rendah.

Durasi: 30–45 menit per sesi.

Frekuensi: 4–5 kali seminggu.

Tujuan: Meningkatkan stamina dan kapasitas paru-paru.

Fase Penguatan dan Variasi (Minggu 12+)

Pada tahap ini, tubuh biasanya sudah lebih ringan dan kuat. Anda bisa mulai memasukkan latihan beban.

Jenis Olahraga: Latihan beban menggunakan berat tubuh sendiri (push-up dinding, squat kursi) atau bantuan alat.

Tujuan: Meningkatkan massa otot. Semakin banyak otot yang dimiliki, semakin tinggi metabolisme basal tubuh dalam kalori, bahkan saat sedang istirahat.

Baca juga : Tidur Saat Perut Kelaparan

Tips penting dalam menjalankan pola olahraga

Agar pola olahraga bagi penderita obesitas ini berkelanjutan, perhatikan beberapa hal krusial berikut:

Gunakan Sepatu yang Tepat: Investasikan pada sepatu olahraga dengan bantalan (cushion) yang baik untuk meredam benturan pada kaki.

Dengarkan Tubuh Anda: Ada perbedaan antara “lelah otot” yang wajar dengan “nyeri tajam” yang menandakan cedera. Jika merasa nyeri di dada atau kirim, segera berhenti.

Hidrasi Tetap Terjaga: Penderita obesitas cenderung lebih cepat berkeringat dan mengalami dehidrasi. Pastikan minum air putih sebelum, saat, dan sesudah olahraga.

Kombinasikan dengan Nutrisi: Olahraga tanpa menjaga pola makan hanya akan memberikan hasil yang lambat. Pastikan asupan protein cukup untuk perbaikan otot dan batasi gula tambahan.

Pada dasarnya, olahraga adalah aktivitas fisik yang bagus untuk kesehatan tubuh baik bagi penderita obesitas maupun tidak.Sehubungan dengan itu, durasi olahraga yang disarankan adalah sekitar 75-150 menit setiap minggunya.Nah, bagi Anda penderita obesitas, tips memulai olahraga yang bisa Anda terapkan yaitu biasakan diri terlebih dahulu.Jika belum bisa mencapai target pun tak masalah, karena durasi olahraga tersebut bisa mencapai pelan-pelan.Setelah terbiasa, Anda bisa meningkatkan durasi olahraga secara bertahap sesuai dengan kemampuan.

Kesimpulan

Mengubah gaya hidup memang tidak mudah, terutama bagi penderita obesitas yang mungkin merasa terintimidasi oleh lingkungan gym atau rasa cepat lelah. Namun, dengan mengikuti pola olahraga bagi penderita obesitas yang terencana—mulai dari intensitas rendah hingga latihan beban—penurunan berat badan yang sehat dan permanen bukanlah hal yang mustahil. Ingatlah bahwa perjalanan ini adalah maraton, bukan sprint. Yang terpenting bukanlah seberapa cepat Anda berlari, melainkan seberapa konsisten Anda melangkah.

Baca juga Deretan Makanan & Minuman Pemicu Obesitas

 

Post Comment